UNIVERSITAS EKASAKTI MELAKUKAN MONITORING DAN EVALUASI LAPANGAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2026-09-14 | by Admin1. LPPM UNIVERSITAS EKASAKTI MELAKUKAN MONITORING DAN EVALUASI LAPANGAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT “Pemberdayaan Lembaga Pengelolaan Sampah Air Pacah Menuju Masyarakat Mandiri Finansial Berbasis Green Economy” Acara monitoring dan evaluasi lapangan PKM dipimpin langsung oleh Ketua LPPM Universitas Ekasakti Prof. Dr.Ir. I Ketut Budaraga,MSi. Kegiatan dilakukan pada Hari Minggu, 13 September 2026 didampingan oleh Tim Monev Universitas Ekasakti terdiri dari Dr.Ir. Murnita,MP, Zelmi Zola,P.hD dan Agung Syukra,S.Si.MSi. Atas nama LPPM Universitas Ekasakti, kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Tim Monev yang telah hadir untuk melihat secara langsung pelaksanaan program, capaian, manfaat, dan keberlanjutan kegiatan di tengah masyaraka Persoalan sampah pada saat ini bukan lagi semata-mata persoalan kebersihan lingkungan. Sampah telah menjadi persoalan sosial, ekonomi, kesehatan, tata kelola, dan keberlanjutan lingkungan. Namun demikian, dari perspektif perguruan tinggi, kami melihat bahwa di balik persoalan sampah terdapat potensi ekonomi yang sangat besar apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat. Karena itu, program Pemberdayaan Lembaga Pengelolaan Sampah Air Pacah memiliki makna yang sangat strategis. Kita ingin mengubah paradigma: “Sampah dari masalah menjadi sumber daya.” “Sampah dari beban menjadi peluang ekonomi.” Dan yang paling penting: “Masyarakat bukan hanya menjadi pengelola sampah, tetapi menjadi pelaku ekonomi hijau yang mandiri.” Konsep Green Economy yang kita dorong melalui program ini bukan hanya berbicara tentang bagaimana mengurangi sampah yang masuk ke lingkungan. Lebih jauh, kita ingin membangun suatu ekosistem ekonomi sirkular, di mana sampah dipilah, dikumpulkan, diolah, dimanfaatkan kembali, dan menghasilkan nilai ekonomi. Sampah organik dapat diarahkan menjadi kompos atau produk bernilai guna. Sampah anorganik seperti plastik dapat dipilah, ditabung, didaur ulang, dan dikembangkan menjadi produk bernilai tambah diolah menjadi paving blok, biji plastik Foto bersama tim LPS Air Pacah dengan Tim Monev LPPM Universitas Ekasakti Sementara itu, kelembagaan pengelola sampah harus diperkuat agar mampu menjalankan fungsi manajemen, produksi, pemasaran, pencatatan keuangan, dan pengembangan usaha secara berkelanjutan. Dengan demikian, output kegiatan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi harus menghasilkan perubahan perilaku, peningkatan kapasitas kelembagaan, peningkatan pendapatan, dan kemandirian masyarakat. Bagi LPPM Universitas Ekasakti, kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini merupakan bagian penting dari siklus peningkatan mutu program pengabdian kepada masyarakat. Kami tidak ingin menilai keberhasilan hanya berdasarkan jumlah kegiatan yang telah dilaksanakan atau jumlah peserta yang hadir. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: Apa perubahan yang terjadi setelah program dilaksanakan? Apakah kapasitas lembaga meningkat? Apakah volume sampah yang terkelola meningkat? Apakah masyarakat semakin aktif memilah sampah? Apakah terjadi peningkatan nilai ekonomi sampah? Apakah telah terbentuk sistem pencatatan keuangan? Apakah lembaga mampu menghasilkan pendapatan secara mandiri? Dan yang paling penting: Apakah program ini tetap berjalan ketika pendampingan perguruan tinggi telah selesai? Inilah esensi dari keberlanjutan program. Kami berharap Monev hari ini dapat memberikan masukan yang objektif dan konstruktif sehingga program dapat terus diperbaiki dan dikembangkan. Ke depan, kami berharap Lembaga Pengelolaan Sampah Air Pacah tidak hanya menjadi tempat mengumpulkan dan memilah sampah. Kami ingin melihat lembaga ini berkembang menjadi pusat ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Dari sini dapat dikembangkan berbagai unit usaha, seperti bank sampah, pengolahan sampah organik, produksi kompos, pemanfaatan sampah anorganik, kerajinan berbasis daur ulang, pengembangan produk bernilai tambah, hingga pemasaran digital produk hasil pengelolaan sampah. Bahkan ke depan, model pemberdayaan ini diharapkan dapat menjadi best practice yang dapat direplikasi pada kelurahan atau wilayah lain di Kota Padang. Dengan demikian, keberhasilan program bukan hanya diukur dari keberhasilan satu kelompok masyarakat, tetapi dari kemampuan kita menciptakan model pemberdayaan yang dapat diperluas dan memberikan dampak yang lebih besar. Universitas Ekasakti melalui LPPM memiliki komitmen untuk terus memperkuat hilirisasi hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus menjadi jembatan antara kampus dan masyarakat. Dosen membawa ilmu dan teknologi. Masyarakat membawa pengalaman, kebutuhan, dan potensi lokal. Pemerintah memberikan dukungan kebijakan. Dunia usaha membuka akses pasar. Dan seluruh pihak bersama-sama membangun ekosistem yang berkelanjutan. Inilah semangat pentahelix yang ingin kita bangun. Kami berharap program ini juga dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam melaksanakan program ini. Terutama kepada pengurus dan anggota Lembaga Pengelolaan Sampah Air Pacah yang telah menjadi mitra sekaligus pelaku utama perubahan di masyarakat. Kami juga mengapresiasi tim dosen pelaksana yang telah menghadirkan inovasi dan pendampingan berbasis kebutuhan masyarakat. Mari kita jadikan kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi sebagai momentum untuk melakukan refleksi, memperbaiki kekurangan, memperkuat kelembagaan, dan memastikan keberlanjutan program. Harapan kita sederhana tetapi sangat besar: Lingkungan menjadi lebih bersih, sampah menjadi sumber daya, kelembagaan masyarakat semakin kuat, pendapatan masyarakat meningkat, dan pada akhirnya, masyarakat Air Pacah mampu berdiri secara mandiri dan berkelanjutan melalui ekonomi hijau. Semoga kegiatan ini memberikan hasil terbaik dan menjadi langkah nyata menuju Air Pacah yang bersih, produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Atas nama LPPM Universitas Ekasakti, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Ujar Ketua LPPM dalam pemberian arahan Menurut ketua tim pengusul Elvianti,ST,.MT. mengharapkan kegiatan program “Pemberdayaan Lembaga Pengelolaan Sampah Air Pacah Menuju Masyarakat Mandiri Finansial Berbasis Green Economy” tidak berhenti hanya pada pelaksanaan kegiatan dan pemenuhan luaran program, tetapi benar-benar mampu menghasilkan perubahan nyata dan berkelanjutan di tengah masyarakat. Kegiatan pengabdian ini melibatkan tim lintas bidang ilmu dan dua orang mahasiswa dari teknik sipil. Harapan utama kami adalah terbentuknya Lembaga Pengelolaan Sampah Air Pacah yang semakin kuat, profesional, mandiri, dan mampu menjalankan kegiatan pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Kami ingin agar masyarakat tidak lagi memandang sampah hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi mulai melihatnya sebagai sumber daya yang dapat dikelola dan memberikan nilai ekonomi. Melalui program ini, kami berharap terjadi perubahan paradigma: “Dari sampah menjadi sumber daya, dari masalah menjadi peluang, dan dari pengelolaan sampah menjadi sumber kemandirian ekonomi masyarakat.” 1. Penguatan Kelembagaan Kami berharap lembaga pengelola sampah memiliki sistem organisasi yang semakin baik, pembagian tugas yang jelas, administrasi yang tertib, pencatatan kegiatan dan keuangan yang transparan, serta mampu mengelola kegiatan secara mandiri. Kelembagaan yang kuat merupakan fondasi agar program dapat terus berjalan meskipun pendampingan dari perguruan tinggi telah berakhir. 2. Peningkatan Kapasitas dan Keterampilan Masyarakat Kami berharap masyarakat, khususnya pengurus dan anggota lembaga pengelolaan sampah, memiliki peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam: pemilahan sampah dari sumber; pengumpulan dan pengelolaan sampah; pengolahan sampah organik dan anorganik; pengembangan produk bernilai tambah; pengelolaan bank sampah; pemasaran produk; pencatatan keuangan usaha; dan pengembangan model bisnis berbasis ekonomi hijau. 3. Terwujudnya Kemandirian Finansial Harapan yang sangat penting dari program ini adalah agar kegiatan pengelolaan sampah mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Kami berharap lembaga dapat memiliki sumber pendapatan yang berasal dari pengelolaan sampah, penjualan material terpilah, produk hasil daur ulang, kompos, maupun berbagai produk inovatif lainnya. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya membutuhkan biaya, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif yang memberikan pendapatan bagi kelompok dan masyarakat. 4. Terbangunnya Ekonomi Sirkular dan Green Economy Kami berharap program ini mampu membangun model sederhana ekonomi sirkular berbasis masyarakat, yaitu sampah yang sebelumnya dibuang dapat dipilah, dimanfaatkan, diolah, dan dikembalikan menjadi produk atau sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Prinsip yang ingin kami bangun adalah: Reduce ? Reuse ? Recycle ? Recovery ? Economic Value. Dengan pendekatan tersebut, semakin sedikit sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan semakin banyak material yang kembali masuk ke dalam siklus ekonomi. 5. Lingkungan yang Lebih Bersih dan Sehat Kami berharap dampak ekonomi berjalan seiring dengan dampak lingkungan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, mengurangi pembuangan sampah sembarangan, meningkatkan kebersihan lingkungan, serta menciptakan kawasan Air Pacah yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. 6. Terbentuknya Model yang Dapat Direplikasi Kami berharap keberhasilan Lembaga Pengelolaan Sampah Air Pacah dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis green economy yang dapat dikembangkan di wilayah lain. Artinya, apa yang dibangun di Air Pacah tidak berhenti sebagai kegiatan satu kelompok, tetapi dapat menjadi contoh bagi kelurahan atau komunitas lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang produktif dan mandiri. 7. Keberlanjutan Setelah Program Berakhir Harapan terbesar kami adalah program ini tetap berjalan setelah periode pendanaan dan pendampingan selesai. Untuk itu, sejak awal kami mendorong agar masyarakat menjadi pelaku utama, sedangkan perguruan tinggi berperan sebagai pendamping, inovator, dan mitra pengembangan. Kami berharap setelah program selesai, lembaga mampu: merencanakan ? mengelola ? memproduksi ? memasarkan ? mencatat keuangan ? mengevaluasi ? dan mengembangkan usahanya secara mandiri. 8. Terbangunnya Kemitraan Berkelanjutan Kami juga berharap terbentuk kemitraan yang lebih luas antara Universitas Ekasakti, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, komunitas lingkungan, dan pihak lainnya. Kemitraan tersebut diperlukan agar lembaga memiliki akses terhadap teknologi, pembiayaan, pasar, pelatihan, kebijakan, dan jejaring usaha. LPS air pacah mengolah sampah menjadi Eco Paving Blok Harapan dari Ketua LPS Air Pacah : Parmilis, Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang pengelolaan sampah, tetapi merupakan kesempatan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Selama ini sampah sering dianggap sebagai sesuatu yang tidak berguna. Melalui program ini kami mulai memahami bahwa apabila dikelola dengan baik, sampah dapat menjadi sumber daya dan sumber pendapatan bagi masyarakat. Harapan kami yang pertama adalah peningkatan kapasitas LPS. Kami berharap setelah program ini, pengurus dan anggota LPS memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam melakukan pemilahan, pengumpulan, pengolahan, pencatatan, dan pemasaran hasil pengelolaan sampah. Kami juga berharap sistem administrasi dan manajemen LPS dapat menjadi lebih tertib, transparan, dan profesional. Harapan kedua adalah meningkatnya partisipasi masyarakat. Kami berharap masyarakat Air Pacah semakin sadar untuk memilah sampah sejak dari rumah. Kami ingin kebiasaan memilah sampah menjadi budaya masyarakat, bukan hanya dilakukan ketika ada program atau kegiatan tertentu. Kami berharap masyarakat memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Harapan ketiga adalah terwujudnya kemandirian finansial. Ini merupakan harapan yang sangat penting bagi kami. Kami berharap LPS Air Pacah dapat berkembang menjadi lembaga yang tidak hanya mengelola sampah, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi dari sampah yang dikelola. Hasil pengelolaan sampah diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan bagi lembaga dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggota serta masyarakat. Dengan demikian, kami ingin membangun pemahaman bahwa: “Sampah yang dikelola dengan baik dapat menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat.” Harapan keempat adalah keberlanjutan program. Kami sangat berharap program ini tidak berhenti ketika kegiatan PKM selesai. Kami ingin ilmu, teknologi, peralatan, dan sistem yang telah diberikan dapat terus kami gunakan dan kembangkan secara mandiri. Kami juga berharap Universitas Ekasakti tetap menjadi mitra LPS Air Pacah dalam pengembangan inovasi, teknologi, manajemen, dan pemasaran. Harapan kelima adalah berkembangnya usaha berbasis ekonomi hijau. Ke depan, kami berharap LPS dapat mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi yang berbasis green economy dan ekonomi sirkular. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau produk lainnya. Sampah anorganik dapat dipilah, dijual, didaur ulang, atau dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Dengan demikian, semakin banyak sampah yang dapat dimanfaatkan dan semakin sedikit sampah yang dibuang ke lingkungan. Harapan keenam adalah terbentuknya jaringan kemitraan yang lebih luas. Kami berharap LPS Air Pacah dapat memperoleh dukungan dan membangun kerja sama dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas lingkungan, dan berbagai pihak lainnya. Kami membutuhkan dukungan dalam hal teknologi, pelatihan, pemasaran, permodalan, kelembagaan, dan akses pasar. Dengan adanya jaringan kemitraan yang kuat, kami yakin LPS Air Pacah akan lebih mampu berkembang. HARAPAN KAMI KE DEPAN Kami berharap suatu saat nanti LPS Air Pacah dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mandiri dan produktif. Kami ingin membuktikan bahwa: sampah dapat mengurangi beban lingkungan, sampah dapat menciptakan peluang usaha, sampah dapat meningkatkan pendapatan, dan sampah dapat menjadi bagian dari pembangunan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang harus kami perbaiki. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan arahan, kritik, dan saran dari Universitas Ekasakti agar LPS Air Pacah dapat menjadi lebih baik. Kami mengucapkan terima kasih atas pendampingan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Air Pacah. Akhir kata, kami ingin menyampaikan satu tekad: “Kami tidak ingin hanya menjadi pengelola sampah. Kami ingin menjadi penggerak masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus membangun ekonomi masyarakat melalui sampah.” Terakhir Ketua pengolah Sampah plastik ( Eco Paving Blok dan cacahan Plastik ) Mul Afriyal menyatakan kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas Ekasakti dan tim pelaksana Program Pengabdian kepada Masyarakat yang telah memberikan pendampingan, pengetahuan, teknologi, serta motivasi kepada kami dalam mengembangkan pengolahan sampah plastik di Air Pacah. Sebelum adanya pendampingan ini, sampah plastik bagi kami lebih banyak dipandang sebagai limbah yang sulit ditangani. Setelah mendapatkan pengetahuan dan pendampingan, kami mulai memahami bahwa sampah plastik sebenarnya dapat diolah menjadi bahan baku produk yang memiliki nilai tambah dan nilai ekonomi. Saat ini kami diarahkan untuk mengembangkan dua kegiatan utama, yaitu pengolahan sampah plastik menjadi cacahan plastik dan pemanfaatannya dalam pengembangan EcoPaving Block. 1. Pengolahan Cacahan Plastik Kami berupaya melakukan pemilahan sampah plastik berdasarkan jenis dan kondisi bahan, kemudian melakukan proses pembersihan, pengeringan, dan pencacahan. Cacahan plastik tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pengolahan lebih lanjut maupun memiliki nilai jual sebagai material hasil pemilahan. Dengan kegiatan ini, kami berharap jumlah sampah plastik yang sebelumnya dibuang ke lingkungan dapat terus dikurangi. 2. Pengembangan EcoPaving Block Kami juga mendapatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan sampah plastik sebagai salah satu komponen dalam pengembangan EcoPaving Block. Bagi kami, inovasi ini sangat menarik karena sampah plastik tidak hanya dikurangi volumenya, tetapi dapat diarahkan menjadi produk konstruksi yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Kami berharap ke depan kualitas EcoPaving Block dapat terus ditingkatkan, baik dari aspek kekuatan, daya tahan, keamanan, bentuk, ukuran, maupun tampilan produk, sehingga dapat diterima oleh masyarakat dan memiliki peluang untuk dipasarkan. 3. Manfaat bagi LPS dan Masyarakat Kami merasakan bahwa kegiatan pengolahan sampah plastik memberikan manfaat yang lebih luas. Bukan hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan keterampilan baru kepada anggota LPS dan membuka peluang usaha baru. Kami berharap kegiatan ini dapat berkembang menjadi unit usaha yang memberikan pendapatan bagi lembaga dan anggota yang terlibat. Dengan demikian, kami ingin membuktikan bahwa: “Sampah plastik bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga dapat menjadi bahan baku ekonomi apabila dikelola dengan teknologi dan manajemen yang tepat.” 4. Harapan terhadap Keberlanjutan Kami berharap pendampingan dari Universitas Ekasakti dapat terus berlanjut, khususnya dalam hal: peningkatan teknologi pengolahan plastik; peningkatan kualitas cacahan plastik; pengembangan formulasi EcoPaving Block; pengujian mutu dan kekuatan produk; desain dan standardisasi produk; pengemasan dan branding; perhitungan biaya produksi dan harga jual; pemasaran produk; serta pengembangan jaringan kerja sama dengan pemerintah dan dunia usaha. Kami menyadari bahwa untuk menjadi unit usaha yang mandiri masih banyak hal yang harus kami pelajari. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan pendampingan dalam meningkatkan keterampilan teknis, manajemen usaha, pencatatan keuangan, pemasaran, dan pengembangan produk. 5. Komitmen Kami Sebagai Ketua Pengolah Sampah Plastik, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan ini bersama anggota. Kami akan berusaha meningkatkan jumlah sampah plastik yang dapat kami kelola, meningkatkan kualitas produk, menjaga keselamatan dalam proses pengolahan, serta membangun sistem kerja yang lebih tertib dan berkelanjutan. Kami juga akan mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah plastik sejak dari sumbernya, karena kualitas bahan baku sangat menentukan keberhasilan proses pengolahan. HARAPAN KAMI Harapan kami ke depan adalah agar Unit Pengolahan Sampah Plastik LPS Air Pacah dapat berkembang menjadi unit usaha berbasis green economy yang mampu: mengurangi sampah plastik, menghasilkan cacahan plastik, mengembangkan EcoPaving Block, menciptakan lapangan dan peluang usaha, menambah pendapatan lembaga dan anggota, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Kami berharap EcoPaving Block dan cacahan plastik yang kami hasilkan nantinya bukan hanya menjadi hasil kegiatan PKM, tetapi benar-benar menjadi produk yang diproduksi secara rutin, memiliki pasar, dan memberikan pendapatan secara berkelanjutan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Ekasakti, LPPM, tim dosen, Tim Monev, pemerintah setempat, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada kami. Kami siap untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan pengelolaan sampah plastik agar LPS Air Pacah dapat menjadi lembaga yang mandiri, produktif, dan berkelanj 0 komentar | komentar