60 ORANG MAHASISWA FISIPOL UNES MENGIKUTI LDKM TAHUN 2025 DI KAMPUS 2026-01-24 | by irfan ananda. Sebanyak 60 orang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Ekasakti mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) di Kampus Unes selama 2 hari. Sabtu (24/1) di buka oleh Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd di Ruang Sidang Rektor Lt.1 Gedung Rektorat Universitas tersebut. Rektor dalam sambutannya mengatakan dalam kepemimpinan itu ada istilah leader dan leadership, kalau leader adalah pemimpin dan leadership yaitu kepemimpinan. Kalau kita berbicara tentang leadership, kepemimpinan adanya interaksi antara leader dan flower antara pemimpin dengan yang dipimpin. Dalam interaksi tersebut bisa dipelajari, maka orang mengatakan leadership dipelajari, yang kedua ada orang mengatakan seni itu adalah kiat, masing-masing orang berbeda seninya dalam memimpin dan mengambil suatu keputusan dan cara memimpinnya tidak mungkin sama. Inti dari leadership itu pertama mempengaruhi, memimpin itu mempengaruhi, menyusun perencanaan, untuk mempengaruhi itu rektor menggunakan teori X dan teori Y, apa ciri-ciri mahasiswa teori X kesadarannya kurang, disipilin kurang, kekompakannya kurang. Bagaimana mempengaruhi mereka ini, kita gunakan sedikit control yang ketat, kalau tidak begini mereka mengabaikannya. Kedua teori Y tingkat kesadaran orang tinggi, orangnya disipilin, orangnya patuh, gunakan Tut Wuri Handayani. Oleh karena itu leader jangan asetdown orang patuh dimarahi akan melawan dia, atau orang yang pembanggang tidak dimarahi kita dilencehkannya, disinilah letak situasional leadership. Saatnya kita otoriter, saatnya kita demokrasi kapan kita menentukannya itu situasional leadership. Seorang pemimpin harus memiliki tiga keterampilan, pertama konseptual skill, mengerti apa itu Unes, apa itu Fisipol, apa itu ilmu komunikasi, apa itu ilmu pemerintahan, apa itu administrasi Negara, BEM. Kedua teknikal skill, tidak asal bicara saja, berbuat, tapi lebih baik salah dari pada tidak berbuat. Ketiga kerterampilan hubungan antar manusia, menjadi pemimpin tidak ada kelasnya, tapi perlu latihan. Dekan Fisipol Drs. Tarma Sartima, M.Si, Ph.D mengatakan kegiatan Kampus harus tidak hanya mengetahui, tapi harus ada persetujuan dari pimpinan Universitas. Mahasiswa adalah calon calon pemimpin, sekurang-kurangnya menjadi pemimpin diri sendiri. Kepemimpinan yang paling populer bapak Kiajar Dewantoro beliau adalah tokoh pendidikan, dimana posisinya beliau memegang peranan yang sangat penting, Ingarso Sung Tolodo, Inmadio Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Dekan mengharapkan agar kegiatan ini diikuti dengan serius, disini banyak manfaatnya yang dapat diambil. Ka Humas H. Syarifuddin, S.E., M.Hum 0 komentar | komentar